Showing posts with label Jihad. Show all posts
Showing posts with label Jihad. Show all posts

Tuesday, September 21, 2010

Perang II

Bismillah...


Azan maghrib 1 Syawal dan laungan takbir raya menandakan bermulanya sebuah perang. Peperangan bani adam terhadap hawa nafsu, syaitan dan bala tenteranya. Gencatan senjata selama sebulan memberi ruang dan peluang kepada umat Islam mempersiapkan diri untuk menghadapi perang yang panjang; selama 11 bulan seterusnya. Juga memberi kesempatan kepada syaitan dan konco-konconya merangka strategi yang lebih efektif.


Perang kali ini tentu tak semudah melawan hawa nafsu yang sendirian ketika Ramadhan. Syaitan tentu telah menyediakan perancangan dan strategi yang rapi. Tempoh sebulan dirantai tentu saja membuatnya lebih bertenaga untuk menyesatkan anak Adam.

(Iblis) menjawab, "Kerana Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalanMu yang lurus. Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur." (7:16-17)

Apa yang lebih menakutkan ialah syaitan dan bala tenteranya "very well-equipped"- lengkap!

Sesungguhnya dia (syaitan) dan tenteranya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. (7:27)

Ia (iblis) berkata, "Tuhanku, oleh kerana Engkau telah memutuskan bahawa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi dan aku akan menyesatkan mereka semuanya. (15:39)

Apakah persiapan kita telah benar-benar ampuh untuk menghadapi peperangan panjang melawan musuh yang licik ini?

...aku (iblis) akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang terpilih (mukhlasin) di antara mereka." (15:39-40)

(Iblis) menjawab, "Demi kemuliaanMu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang terpilih (mukhlasin) di antara mereka." (38:82-83)

Allahua'lam

TAMAT


Kuchiyose no jutsu! Habis dah...

Sunday, September 19, 2010

Perang (Part I)

Bismillah...

Dalam peperangan, persediaan sangat penting. Tempoh peperangan sangat relatif, boleh jadi sangat singkat dan boleh jadi sangat panjang. Apabila peperangan dah bermula, tiada lagi masa untuk membuat persediaan. Musuh telah berada di hadapan, maka terpaksa maju merempuh takdir: mati atau menang.

Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, tetapi Allah mengetahuinya. (8:60)

Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung. (3:200)


Dalam sejarah peperangan Islam, musuh-musuh Islam selalu mendahului umat Islam dari segi jumlah tentera, kelengkapan perang dan kelebihan fizikal yang lain. Ini seringkali menggentarkan hati para pejuang Islam. Namun, keimanan dan tawakkal kepada Allah menenangkan kembali hati para mujahidin.

(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankanNya bagimu, "Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut. (8:9)

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak (berzikir dan berdoa) agar kamu beruntung. Dan taatilah Allah dan RasulNya dan janganlah kamu berselisih yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar. (8:45-46)

Maka, jika di antara kamu ada seratus orang yang sabar, nescaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang (musuh); dan jika di antara kamu ada seribu orang (yang sabar), nescaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan seizin Allah. Allah beserta orang-orang yang sabar. (8:66)

Medan Badar, Bukit Uhud, Parit Ahzab, Benteng Khaibar, Medan Yarmouk, Mu'tah, Ain Jalut dan Hittin menjadi saksi bahawa persediaan iman diirinigi dengan persediaan fizikal merupakan kunci kejayaan umat Islam. Hanya ketika keimanan dan pengharapan tulus murni kepada Allah, maka turunlah nusrah - pertolongan - daripadaNya.

Sungguh, Allah telah menolong kamu (mukminin) di banyak medan perang dan (ingatlah) Perang Hunain ketika jumlahmu yang besar itu membanggakan kamu, tetapi (jumlah yang banyak itu) sama sekali tidak berguna bagimu dan bumi yang luas terasa sempit bagimu, kemudian kamu berbalik ke belakang dan lari tunggang-langgang. Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang yang beriman dan Dia menurunkan bala tentera (para malaikat) yang tidak terlihat olehmu dan Dia menimpakan azab kepada orang-orang kafir. Itulah balasan bagi orang-orang kafir. (9:25-26)

Allahua'lam

Bersambung Part II...

Kuchiyose no jutsu! Habis dah...

Tuesday, June 22, 2010

Tunaikan janjimu

bismillah...


"Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin baik diri mahupun harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah sehingga membunuh dan terbunuh (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu dan demikian itulah kemenangan yang agung." (At-Taubah: 111)


"Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu* dan mereka sedikitpun tidak mengubah (janjinya)." (Al-Ahzab: 23)



Sesungguhnya semua yang kita ada bukanlah milik kita. Semuanya adalah pemberian dan kurnia daripada Allah, Tuhan Yang Maha Pemurah. Dia memberikan kita segala kemudahan kemudian Dia membeli kembali semua itu dengan memberikan kepada para penjualnya SYURGA. Subhanallah, adakah jual beli yang lebih baik daripada ini? Tidak! Inilah jual beli paling pelik tapi begitulah Allah, Tuhan Yang Memiliki Setiap Sesuatu mengasihi hamba-hambaNya yang ikhlas berjuang demi agamaNya. Sedangkan Dia tak perlukan mereka untuk memenangkan agamaNya. Jika Dia mengkehendaki kemenangan untuk agamaNya, itu sangatlah mudah bagiNya. Namun, Dia ingin menguji keimanan hamba-hambaNya apakah telah bulat keimanan di dalam hati mereka. Dia memberikan tawaran jual beli terhebat supaya orang-orang beriman merebut peluang itu dan mengorbankan semua yang mereka miliki. Berjuang di jalan Allah dengan mengikhlaskan diri hanya kepadaNya. Bermujahadah merebut nikmat syahid di jalanNya. Dan menunaikan janji mereka kepadaNya. Allahuakbar walillahilhamd!

*menunggu apa yang telah Allah janjikan kepadanya.


Kuchiyose no jutsu! Habis dah...

Wednesday, June 16, 2010

Alangkah Serupanya Malam Ini Dengan Malam Semalam

bismillah...


Hai orang-orang yang beriman! Jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al-Kitab, nescaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman. Bagaimana kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu dan RasulNya pun berada di tengah-tengah kamu. Barangsiapa berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. Hai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepadaNya dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.
(Ali Imran: 100 - 102)

Zaid bin Aslam meriwayatkan, dia berkata, Syammas bin Qais, orang yahudi - adalah seorang tua renta yang sangat besar kekafirannya dan amat keras permusuhannya terhadap kaum muslimin - melewati sekelompok orang dari suku Aus dan Khazraj ketika mereka sedang duduk dalam majlis. Maka keakraban dan hubungan baik mereka dalam Islam yang dia lihat membuatnya marah yang mana ketika jahiliyah dulu mereka saling bermusuhan.

Syammas berkata, "Ketahuilah pada saat ini Bani Qailah telah bersatu - Bani Qailah adalah gelaran untuk suku Ansar sebelum Islam di Madinah - Demi Allah! Kami tidak merasa tenang bersama mereka bila mereka bersatu."

Kemudian dia menyuruh beberapa pemuda yahudi yang bersamanya untuk duduk bersama dalam majlis orang-orang Ansar itu dan mengingatkan mereka tentang peristiwa Perang Bu'ats (perang yang pernah terjadi antara suku Aus dan Khazraj ketika mereka jahiliyah), maka itupun dia lakukan. Akibatnya orang-orang Ansar mula bertengkar, membanggakan diri dan berseru untuk mengangkat senjata serta saling memanggil dengan panggilan semasa jahiliyah. Maka Rasulullah saw keluar menemui mereka bersama orang-orang muhajirin. Sesampainya baginda di hadapan mereka, baginda bersabda, "Wahai sekalian muslimin! Apakah dengan panggilan jahiliyah kalian saling memanggil sedangkan saya berada di tengah kalian, sesudah Allah memuliakan kalian dengan Islam, memutus urusan jahilyah dari kalian dan menyatukan kalian? Apakah kalian akan kembali kepada keadaan kalian dulu sebagai orang yang kafir? Allah, Allah!!"

Maka orang-orang Ansar mula sedar bahawa pertengkaran itu merupakan hasutan syaitan dan tipu daya dari musuh mereka. Kemudian mereka membuang senjata lalu menangis seraya berpelukan antara satu sama lain. Kemudian mereka pergi bersama Rasulullah saw sebagai orang-orang yang mendengar dan taat. Maka Allah 'azza wajalla menurunkan ayat-ayat di atas.


"Sesungguhnya manusia yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa"
(Al-Hujuuraat: 13)

Tidakkah anda lihat wahai saudara muslim bagaimana kesatuan kaum muslimin membuat orang-orang kafir takut sehingga membuatkan mereka berusaha merosakkan kesatuan itu? Apa yang terjadi kelmarin telah berulang hari ini. Musuh-musuh Islam dari kalangan penjajah dan orang-orang kafir telah melihat kesatuan muslimin di kampung dan wilayah mereka. Mereka juga melihat kesungguhan muslimin dalam memegang agamanya. Sehingga mereka berusaha merosak kesatuan itu dengan memecah belah, mengotak-katikkan dan mengobarkan semangat nasionalisma lokal di wilayah-wilayah Islam serta mengobarkan semangat asobiyah (perkauman) di tengah-tengah ummatan wahidah (ummat yang satu) ini. Kemudian setelah itu mereka mendorong muslimin untuk mematuhi dan berqiblat kepada mereka dalam segala hal; dalam sistem pemerintahan, undang-undang, pelajaran, adat etc sampai hubungan muslimin dengan islam terputus dan kembali menjadi kafir sehingga sebahagiannya memenggal leher sebahagian yang lain.

Maka, tidakkah kita mengambil pelajaran dan mendengarkan peringatan ini lalu kita bertaqwa kepada Allah dan menguatkan ikatan dan hubungan dengan Islam???


ref: dipetik daripada Majalah mingguan Al-Ikhwanul Muslimun - II/No. 18, Jumadil 'Ula 1358H/19 Jun 1939M yang ditulis semula dalam kitab Tafsir Al-Banna, m.s 208-210.


Kuchiyose no jutsu! Habis dah...

Monday, May 25, 2009

Sebuah Refleksi

Bismillah...

[Kisah ini merupakan analogi penulis. Bukan cerita sebenar. Harap maklum.]

Pada suatu hari, ada seorang pemuda sedang mencari-cari buku di perpustakaan. Dibelek-beleknya buku demi buku. Diselak-selaknya sehelai demi sehelai buku-buku itu. Tiba-tiba ia tertarik kepada sebuah buku.

"Wah! Menariknya buku ni." katanya di dalam hati.

Lalu beliau pun berjumpa dengan sahabat-sahabatnya lalu mempengaruhi mereka untuk memperjuangkan isi kandungan buku tersebut. Hasil usaha yang berterusan, tidak mengenal penat lelah, mengorbankan semua yang mereka miliki, komited dan bersungguh-sungguh, akhirnya mereka berjaya menyebarluaskan fahaman mereka sehingga berjaya menguasai sebuah negara kuasa besar.

Apa yang lebih menarik, fahaman ini berkembang dengan cepat sehingga mencapai radius beribu-ribu kilometer ke kawasan-kawasan sekitarnya. Malah lebih jauh dari itu. Ini merupakan hasil "keimanan" yang bersungguh-sungguh terhadap fahaman itu. Mereka merasakan kewajiban untuk meyebarkan kafahaman itu kepada seluruh manusia. Akhirnya wujudlah sebuah hegemoni yang mana sehingga sekarang menjadi salah satu fahaman atau ideologi terbesar di dunia.

Itulah kisah Vladimir IIlyich Lenin. Beliau memperjuangkan ideologi Karl Marx setelah membaca buku tulisan Marx iaitu Das Kapital etc.


Sebuah Refleksi

Seorang yang batil memperjuangkan ideologi yang batil dengan bersungguh-sungguh sehingga ia berkembang dan mempengaruhi dunia. Mengapa?

Cuba kita refleksi diri kita sebagai seorang Muslim yang Haq. Di sisi kita terdapat Al-Quran al-Karim yang Haq. Kita membacanya berulang-ulang kali. Di dalam solat dan di luar solat. Begitu ramai penghafal al-Quran sekarang. Begitu ramai juga yang mengaku berpegang kepada al-Quran. Tetapi bagaimana sikap kita terhadap al-Quran berbanding sikap Lenin terhadap buku Das Kapital? Cuba fikirkan.


Al-Quran Dusturuna
Al-Quran Panduan Kami

Kuchiyose no jutsu! Habis dah...

Sunday, May 17, 2009

Ahli Ibadat Yang Bermain-Main

Wahai orang yang beribadat di dua tanah haram
jika kamu melihat kami
nescaya kamu mengetahui bahawa kamu hanya
bermain-main di dalam ibadah.

Orang-orang itu membasahi pipinya dengan air mata
sedang tengkuk kami berlumuran dengan darah
Dia memenatkan kudanya di dalam sia-sia
sedangkan kuda-kuda kami penat di hari peperangan

Kamu berbau harum dengan minyak wangi
sedangkan minyak wangi kami adalah peluh kuda
dan debu yang terbaik di medan peperangan

telah datang kepada kami sabda Nabi kita
kata-kata yang benar, tepat dan bukan dusta:
"Tidak sama debu kuda Allah pada hidung seseorang
dengan asap neraka yang menyala
Kitab Allah ini telah menyebut di hadapan kita bahawa
"orang yang mati syahid itu tidak mati"
bukan satu dusta.

Mereka sangka bahawasanya agama itu ialah
pengasingan dan pertapaan
dan asyik di dalam wirid dan zikir tanpa dakwah dan jihad

Anaehnya kulihat
mereka beriman dengan sebahagian
kelihatan hati mereka kufur terhadap sebahagian lagi

Padahal agama ini mempunyai fardhu, sunat dan istighfar
Agama ini adalah medan jihad, senjata dan para pahlawannya
yang menghancur-leburkan kejahatan dan penyangak
Agama ini memerintah dengan nama Tuhanmu yang mencipta keadilan
Bukan kezaliman dan bukan kewewenangan.

Kuchiyose no jutsu! Habis dah...
Template by - paley_11 | Daya Earth Blogger Template