Sunday, October 13, 2013

Allah ingin mengajar kita sesuatu yang penting...

Bismillah..




Hidayah itu milik Allah. Ia sungguh sesuatu yang sangat misteri. Allah berikan kepada sesiapa yang dikehendakiNya.

"Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapat seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.." (Al-Kahfi : 17)

Sungguh, kita sangat menginginkan supaya Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang kita sayangi. Hanya Allah saja yang tahu tentang orang-orang yang kita selalu doakan dalam sujud-sujud kita yang lama. Hanya Allah saja yang tahu betapa kita mencintai mereka lebih daripada diri kita sendiri. Betapa kita sangat menginginkan agar mereka juga bersama-sama kita merasai kemanisan jalan dakwah ini.

Namun seakan-akan kita tidak melihat hasilnya. Apapun kita serahkan semuanya kepada Pemilik Hati yang sebenar kerana kita tahu Dia telah menetapkan jalan ini sepertimana yang dikehendakiNya. Dan Al-Quran sebagai pedoman hidup kita mengajarkan beberapa kisah tentang hal ini. Inilah hiburan dan inilah juga motivasi buat kita agar terus istiqamah dan tsabat di atas jalan ini.

Nabi Ibrahim a.s sangat menginginkan ayah dan kaumnya beriman kepada Allah sehingga dia tak jemu-jemu menyeru mereka untuk beriman kepada Tuhan yang esa. Dia juga sentiasa berdoa untuk mereka. Ketika Nabi Ibrahim berkata kepada ayahnya,

"Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memohonkan ampunan bagimu kepada Tuhanku. Sesunguhnya dia sangat baik kepadaku. Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang engkau sembah selain Allah dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku." (Maryam: 47-48)

Walaupun akhirnya ayahnya tetap dalam kekufuran dan bersama-sama kaumnya cuba membakar Nabi Ibrahim a.s. Mereka berkata kepada Nabi Ibrahim a.s setelah mereka kalah berhujah dengannya,

"Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu jika kamu benar-benar hendak berbuat." (Al-Anbiyaa': 68)

Anak dan isteri Nabi Nuh a.s juga tidak mahu beriman padahal kedua-duanya anak dan isteri kepada seorang Nabi Allah yang soleh. Nabi Nuh a.s juga sangat mengasihi anaknya sehingga dia tetap mendoakan anaknya yang telah ditenggelami banjir besar,

"Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku adalah termasuk keluargaku, dan janjiMu itu pasti benar. Engkau adalah hakim yang paling adil."

Namun Allah swt menjawab doa Nabi Nuh a.s dengan sangat tegas,

"Wahai Nuh! Sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu kerana perbuatannya sungguh tidak baik, sebab itu jangan engkau memohon kepadaKu sesuatu yang engkau tidak ketahui (hakikatnya). Aku menasihatimu agar engkau tidak termasuk orang yang bodoh." (Hud: 45-46)

Begitu juga keadaannya dengan isteri Nabi Lut a.s. Allah s.w.t berfirman dalam surah Nuh ayat yang ke 10,

"Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir, isteri Nuh dan isteri Lut. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang soleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada kedua suaminya, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikitpun dari seksa Allah, dan dikatakan kepada kedua isteri itu, Masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)."

Nabi Muhammad s.a.w sendiri sangat-sangat menginginkan agar bapa saudaranya iaitu Abu Talib menerima Islam. Nabi s.a.w sangat sedih ketika Abu Talib meninggal dalam keadaan kufur kepada Allah s.w.t. Bahkan Nabi s.a.w pernah berdoa agar Allah perteguhkan Islam dengan salah seorang sama ada 'Umar Al-Khattab atau 'Amr bin Hisyam atau lebih dikenali sebagai Abu Jahal (Hadis sahih riwayat daripada Ibn Abi Khaitsamah). Ini menunjukkan Nabi s.a.w juga sangat menginginkan agar Abu Jahal mendapat hidayah dan membantu perjuangannya.

Sunnatullah jalan dakwah ini ialah jalannya panjang, penuh ujian dan tribulasi serta sedikit pengikutnya. Allah menetapkan apa yang Dia ingin tetapkan, bukan apa yang kita inginkan. Dia Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-hambaNya. Dia memberi ganjaran atas usaha kita, bukannya hasil yang kita capai. Teruskan bekerja,

"Dan katakanlah, Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat amal-amalmu, begitu juga rasulNya dan orang-orang beriman." (At-Taubah:105)

Ketika orang-orang bertanya kepada Imam Hasan Al-Banna apakah yang menyebabkan dakwah Ikhwanul Muslimin begitu hebat diterima oleh masyarakat. Dia menjawab

"Aku berdakwah kepada mereka pada siang hari kemudian aku berdoa untuk mereka pada malam hari."

Semoga Allah membuka hati dan memberi hidayah kepada orang-orang yang lembut dan bersih hatinya untuk menyertai kita dalam kafilah dakwah ini, insyaAllah.


0 shuriken:

Template by - paley_11 | Daya Earth Blogger Template